Cuma Ditegur! Ibu Hampir Mati Melahirkan Sendiri di Puskesmas “24 Jam

MESUJI, LAMPUNG– Akbar Suseno, warga Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpang Pematang, menceritakan pengalaman pahit saat membawa istrinya bersalin ke Puskesmas Wira Bangun pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026.

‎Dalam unggahan Facebook-nya yang viral, Akbar mengaku kesulitan mendapatkan pertolongan. Ia menyebut sudah berteriak, mengetuk pintu dan kaca ruang petugas UGD yang bertuliskan “24 Jam”, namun tidak ada tanggapan.

‎”Setengah jam tidak ada pertolongan. Akhirnya istri saya melahirkan sendiri di ruang UGD. Saya yang menggendong bayinya,” tulis Akbar.

‎Menurut pengakuannya, pengiriman terjadi sekitar pukul 01.30 WIB di atas tempat tidur UGD, bukan di ruang bersalin. Beberapa saat kemudian baru ada petugas perawat yang keluar dan membantu setelah ditegur.

‎Akbar juga menceritakan istrinya sempat pingsan di toilet dan mengalami pendarahan. Pada pukul 05.00 WIB, ia kembali memanggil petugas untuk memperbaiki infus.

‎”Saya ke puskesmas tujuan minta pertolongan. Kok malah lahiran sendiri. Katanya ada bel, tapi saya sudah ketok-ketok pintu,” ujarnya.

‎Respon Dinkes dan Puskesmas ‎Dikonfirmasi melalui telepon, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji Kusnandarsah, SKM., MM mengatakan pihak Dinkes bersama Kepala Puskesmas dan perawat terkait telah mendatangi kediaman korban untuk meminta maaf.

‎”Alhamdulillah sudah diterima dengan baik. Dan saya sampaikan bahwa ini sudah selesai,” ujar Kusnandar.

‎Sementara itu, Kepala Puskesmas Wira Bangun, Angga Wahyu Tribawono, saat ditemui media awak mengatakan korban terlalu panik. Namun di sisi lain ia juga mengakui adanya kelalaian petugas.

‎”Kami menyampaikan permohonan maaf, dan telah memberikan sanksi teguran kepada tiga perawat yang bersangkutan. Pengaturan ruang jaga juga segera dipindahkan ke bagian depan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Angga.

‎Melalui pesan suara, Akbar Suseno mengaku telah memaafkan pihak puskesmas setelah datangi dan diberi santunan sebesar Rp300.000 untuk bayinya.

‎”Ya intinya dia datang ke rumah minta maaf dan akan menekan pegawainya agar ada perubahan. Awalnya saya ga mau maafin, tapi akhirnya damai-damai. Saya juga ga mau panjang, yang penting ada pengingat agar besok-besok tidak terulang lagi,” kata Akbar.

‎Peristiwa ini memicu reaksi warganet. Akun FB BT menulis “baguslah sudah viral, dua kali punya pengalaman yang ga enak di situ”. Banyak warganet yang mendesak tindakan tegas, bukan hanya sekedar teguran, karena menyangkut nyawa. Mereka juga meminta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di UGD dan layanan kegawatdaruratan. (Regar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *