MESUJI – Sebuah kecelakaan lalu lintas memakan korban jiwa setelah sepeda motor menabrak bagian belakang truk Fuso yang terparkir sembarangan di badan jalan sejak tiga hari sebelumnya, tanpa dilengkapi rambu peringatan apapun. Kejadian naas itu terjadi di kawasan dekat PT Silva Inhutani, wilayah Register 45, pada jalan yang minim penerangan dan berupa turunan. (Rabu, 19 Agustus 2026)
Berdasarkan pantauan awak media di Tempat Kejadian Perkara (TKP), truk bermuatan berat dengan nomor polisi BE 9370 NJ itu terparkir tepat di jalur kendaraan. Supir truk membenarkan kendaraannya mengalami kerusakan pada komponen penggerak kopel, sehingga ditinggalkan di lokasi tanpa langkah pengamanan yang diwajibkan peraturan.
Fakta lain yang mencuat, truk tersebut tidak terpasang pelat nomor di bagian belakang. Selain itu, data masa berlaku pajak dan masa pakai pelat nomor menunjukkan tanggal jatuh tempo 04-2025, artinya kendaraan itu seharusnya sudah memperbarui dokumen serta pelat nomor kendaraan jauh sebelum kejadian berlangsung.
Keterangan dari sejumlah saksi di lokasi menyebutkan, truk itu sudah terparkir di posisi berbahaya tersebut selama tiga hari berturut-turut. Jalan yang merupakan jalur turunan dan minim penerangan membuat pengendara lain sulit mendeteksi keberadaan kendaraan yang terhenti.
Dalam peristiwa tersebut, pemuda berinisial DN yang mengendarai sepeda motor melintas di jalur itu. Karena kondisi jalan yang gelap dan truk yang tidak diberi tanda peringatan apapun, korban tidak sempat menghindar hingga menabrak keras bagian bak belakang truk. Korban menderita luka parah dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Masyarakat dan sejumlah saksi pun mempertanyakan kinerja patroli keselamatan lalu lintas yang seharusnya memantau dan menindak pelanggan parkir berbahaya serta kendaraan yang ditinggalkan di badan jalan. Pasalnya, kendaraan itu sudah terparkir selama tiga hari namun tidak ada tindakan penertiban atau pemindahan dari pihak berwenang sebelum merenggut nyawa pengendara lain.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian lalu lintas setempat belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus ini dan tanggung jawab atas kendaraan yang terlantar di jalan raya. Sementara itu, keluarga korban meminta proses hukum yang tegas terhadap pihak yang bersalah serta evaluasi menyeluruh atas pengawasan keamanan jalan raya di wilayah tersebut.
